Para Tokoh Sakti di Nusantara yang Mengakhiri Hidupnya dengan Jalan Moksa

Oleh:   S ManDotOrg S ManDotOrg   |   05.51.00
Advertisement
Menurut ajaran nenek moyang kita zaman dahulu, moksa merupakan sebuah tujuan akhir dari kehidupan manusia yang sempurna, mereka melepasakan diri secara sadar dan menyatu pada Tuhan. 

Bagi yang telah mencapai moksa, konon mereka menghilang tanpa meninggalkan bekas, bahkan jasad dan makamnya tidak ditemukan sampai saat ini. Dan berikut ini adalah deretan tokoh sakti di nusantara yang diyakini oleh masyarakat telah mencapai moksa. 

1. Prabu Brawijaya V

Prabu Brawijaya V adalah raja terakhir dari kerajaan Majapahit. Pada saat itu, kerajaan Majapahit kalah dalam peperangan dengan kerajaan Kediri. Selain itu, penyebab runtuhnya kerajaan Majapahit juga akibat adanya konflik internal keluarga dan ditandai dengan berdirinya kerajaan Islam di Nusantara. Sebelum kerajaan diruntuhkan oleh lawan, Prabu Brawijaya V mengasingkan diri dan memilih jalan untuk mengakhiri hidupnya dengan moksa. 

Sebelum moksa, Prabu Brawijaya V memutuskan untuk menjadi seorang muallaf. Ia meminta cucunya yaitu Sunan Kalijaga untuk mengislamkannya. Setelah menjadi seorang muallaf, Prabu Brawijaya V melanjutkan perjalanannya untuk tapabrata dan mengasingkan dirinya di dalam gua yang terletak di gunung Lawu. Di sana, ia dikabarkan telah mencapai moksa.

2. Prabu Siliwangi

Prabu Siliwangi dikenal sebagai raja yang arif dan bijaksana serta terkenal dengan ilmu sakti mandraguna. Lebih dari 39 tahun, Prabu Siliwangi menjadi raja di Kerajaan Sunda Galuh dan ia berhasil membuat kerajaan yang dipimpinnya terkenal di Nusantara. Pada saat masa kejayaan Pakuan Padjajaran di Bogor perlahan-lahan mulai berakhir, serta ditandai dengan masuknya kerajaan Islam di Nusantara, Prabu Siliwangi mendapat desakan dari berbagai pihak untuk segera meninggalkan ajaran yang selama ini ia yakini.

Di saat-saat sulit seperti itu, Prabu Siliwangi akhirnya memutuskan untuk pergi dan bertapa dengan tujuan mencapai moksa. Sebelum meninggalkan kerajaannya, Prabu Siliwangi berpesan dengan seluruh anggota keluarganya untuk bebas memilih ajaran agama yang diyakini oleh mereka. 

3. Prabu Jayabaya

Prabu Jayabaya merupakan seorang pewaris tahta dari raja Airlangga. Ia merupakan raja Kediri yang memerintah di tahun 1135-1157. Prabu Jayabaya tidak memiliki hubungan yang baik dengan saudaranya sendiri yaitu Jayasaba dan keduanya sering terlibat perseteruan. Hingga suatu hari, kedua saudara tersebut berperang dengan membawa pasukan kerajaan masing-masing. Dalam pertempuran sengit itu, Jayasaba mengalami kekalahan dan tewas di tangan Prabu Jayabaya. 

Jayabaya berhasil menguasai seluruh wilayah di Jawa Timur. Namun, masa kejayaannya tersebut tidak membuatnya tenang karena ia selalu dihantui dengan rasa bersalah akibat telah membunuh saudaranya sendiri. Semakin hari Prabu Jayabaya semakin sedih dan larut dalam penyesalannya. Karena penyesalannya itu, akhirnya Jayabaya memutuskan untuk meninggalkan kerajaannya dengan jalan moksa yang dipilihnya. 

4. Kyai Lurah Semar 

Julukan Kyai Lurah Semar adalah Sabdo Palon Noyo Genggong, yaitu salah satu tokoh dalam pewayangan Jawa dan Sunda. Kyai Lurah Semar mempunyai kedekatan dengan Prabu Brawijaya V. Konon, ia sering dijadikan sebagai penasehat raja-raja di tanah Jawa dan pengasuh para ksatria Ramayana dan Mahabarata. Ia memilih jalan moksa karena diduga telah kecewa dengan Prabu Brawijaya V yang memutuskan untuk menjadi seorang mualaf sebelum melanjutkan perjalanan bertapanya.

Nah, itulah 4 tokoh sakti di Nusantara yang telah memilih jalan moksa untuk mengakhiri hidupnya.
Para Tokoh Sakti di Nusantara yang Mengakhiri Hidupnya dengan Jalan Moksa


Tampilkan Komentar