Inilah Tradisi dan Budaya Unik di Suku Nias

Oleh:   S ManDotOrg S ManDotOrg   |   06.42.00
Advertisement
Suku Nias merupakan salah satu suku di Indonesia yang terkenal karena memiliki pesona alam mempesona. Oleh karenanya tak heran jika Nias menjadi salah satu pulau yang di kunjungi banyak wisatawan. Namun pesona Nias, bukan hanya karena wisatanya saja, melainkan juga karena tradisi dan budayanya yang terbilang cukup unik dan menarik untuk di nikmati. Nah, berbicara mengenai tradisi di Nias, berikut ini kami rangkum 5 tradisi unik dan menarik yang bisa anda saksikan saat berada di pulau tersebut.

1. Lompat Batu (Fahombo)

Tradisi yang pertama yaitu Lompat Batu (Fahombo) atau biasa disebut Hombo Batu. Suku Nias biasa menganggapnya sebagai ritual pendewasaan untuk para remaja disana. Sejak usia 10 tahun, pemuda Nias sudah bersiap untuk melakukan giliran fahombo mereka. Pemuda dikatakan telah dewasa jika dia berhasil melompati sebuah susunan batu yang tingginya mencapai 2 meter dengan panjang 60 cm dan lebar 90 cm. 

Saat melompat, pemuda harus memiliki teknik tersendiri agar tidak terjadi cedera otot maupun patah tulang ketika mendarat ke tanah. Namun, seiring perkembangan jaman ritual ini dijadikan sebagai olahraga khas Nias.Tradisi lompat batu ini juga menjadi obyek wisata tradisonal karena ke anehannya yang menembus dunia Internasional. Anda dapat menjumpai pelaksanaan tradisi ini di desa Bawomataluo Kabupaten Nias Selatan.

2. Tari Moyo

Tari Moyo disebut juga sebagai tari elang karena gerakannya mirip dengan burung elang yang sedang terbang. Tarian ini dilakukan pada saat-saat tertentu seperti acara besar, upacara adat, pernikahan, maupun penyambutan tamu. Uniknya dari tarian ini yaitu hanya dimainkan oleh kaum wanita saja karena pada awalnya tari Moyo dilakukan untuk menghibur raja di istana. Penari menari secara berpasangan, sehingga jumlahnya selalu genap. Tradisi ini selalu di laksanakan karena masyarakat Nias sangat menjunjung tinggi pemberian nenek moyang mereka.

3. Tari Perang

Berbeda dengan tari Moyo, tari ini dilakukan oleh kaum laki-laki. Tari Perang dimaksudkan sebagai lambang kesatria untuk lelaki suku Nias. Tari ini bermula ketika dahulu kala saat terjadi perang suku, prajurit dari suku Nias melakukan penjagaan terhadap daerah mereka yang disebut dengan Fana’a. Ketika musuh sudah terlihat, para prajurit akan memanggil prajurit lain untuk menangkap musuh. Setelah tertangkap, kepala musuh akan dipenggal dan dipersembahkan untuk sang raja. Persembahan itu bernama Binu. Dengan suka cita raja menyambut para prajurit yang berhasil menangkap musuh, kemudian para prajurit akan menarikan tarian perang sebagai tanda semangat mereka ketika persembahan Binu dilakukan. Tarian unik ini tetap dilakukan oleh masyarakat suku Nias, namun hanya ketika terdapat hari besar tertentu atau penyambuatan tamu terhormat karena perang antar suku sudah jarang terjadi.

4. Tradisi dalam Pernikahan Suku Nias

Di dalam sistem pernikahan suku Nias, pihak laki-laki harus memberikan mahar atau biasa dikenal dengan nama Böwö. Pemberian Böwö dimaksudkan sebagai memberikan hadiah dengan cuma-cuma kepada pihak pengantin wanita. Namun, Böwö yang diberikan haruslah sesuai dengan kesepakan bersama antara pihak laki-laki dan pihak perempuan. Ketika penetapan Böwö, akan terjadi tawar menawar dikedua pihak. Keunikan ini lah yang membuat lelaki yang ingin meminang gadis Nias harus berpikir dua kali karena wajib menyiapkan mahar yang jumlahnya tidak sedikit. Böwö yang biasa diberikan yaitu babi, beras, dan emas. Babi yang diberikan bukan satu atau dua ekor, melainkan 20 ekor lebih sesuai kesepakatan dan ketetapan tradisi.

5. Tentang Kasta di Suku Nias

Masyarakat suku Nias menganut sistem kasta yang memiliki 12 tingkatan. Dimana kasta yang tertinggi yaitu kasta Balugu. Untuk mencapai tingkatan kasta yang paling tinggi seseorang harus mengadakan pesta besar-besaran dan mengundang ribuan orang. Selain itu, dia harus menyembelih ribuan ekor ternak babi selama berhari-hari yang digunakan untuk menjamu tamu undangan. Jika seseorang tersebut tidak mampu memenuhi persyaratan tersebut, maka dia tidak mungkin menduduki kasta yang tertinggi.

Itulah ke 5 tradisi unik yang masih di lakukan suku Nias hingga sekarang, yang tentunya juga menjadi daya tarik pulau tersebut. Semoga menambah wawasan anda.
Inilah Tradisi dan Budaya Unik di Suku Nias


Tampilkan Komentar